Rehat Sejenak di Kamar Mbah Hasyim
Sebuah kamar di Tebuireng, 1926. Angin malam terasa lebih berat dari biasanya. Di luar, terlihat pelepah pisang meliuk dalam gelap. Dan di kejauhan, sayup-sayup terdengar detak lesung yang ritmis—sebuah tanda bahwa hidup, betapapun getirnya, harus tetap berdenyut. Di dalam kamar yang diterangi lampu minyak itu seorang lelaki duduk tepekur. Di depannya terbuka lembaran kitab kuning.…
Prohealth

