Prohealth.id — Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli

Penulis

Tim Prohealth

Sibuk Tangani Pandemi COVID-19, Padahal Wabah Rokok Belum Selesai

Jakarta, Prohealth.id – Fokus pemerintah dan masyarakat dunia memang sedang tertuju pada upaya pengendalian pandemi COVID-19, padahal ada satu pokok masalah yang masih menghantui proses pengendalian ini yakni belum suksesnya upaya pengendalian rokok dan distribusi zat adiktif. Menurut Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi setiap 31 Mei 2021 seluruh masyarakat dunia…

Sibuk Tangani Pandemi COVID-19, Padahal Wabah Rokok Belum Selesai

Berhenti Rokok, Negara Bisa Untung Sampai Rp34 Triliun

Jakarta, Prohealth.id – Menuju Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2021 upaya pengendalian tembakau dan pencegahan perokok anak ternyata masih melalui jalan yang penuh liku padahal jika upaya pengendalian ini berjalan baik, negara bisa mendapatkan keuntungan ekonomi sampai Rp34 triliun. Upaya preventif mencegah perokok anak memang sudah lama menjadi target pemerintah. Salah satu cara yang paling efektif…

Berhenti Rokok, Negara Bisa Untung Sampai Rp34 Triliun

Wujudkan Kota Layak Anak Melalui Rumah Layak Anak

Jakarta, Prohealth.id – Upaya menanggulangi jumlah perokok anak memang tak semudah membalik telapak tangan tanpa disertai keseriusan pemerintah pusat dan daerah mewujudkan komitmen menciptakan kota layak anak. “Saya tuh paling nggak suka sama perokok. Asapnya nggak tahan banget, jadi bukannya saya mau diskriminasi, tidak berteman dan berdekatan dengan perokok, tapi nggak sehat buat saya.…

Wujudkan Kota Layak Anak Melalui Rumah Layak Anak

Sikap Ombudsman Mengecewakan, Ini Langkah Taktis KOMPAK

Jakarta, Prohealth.id – Koalisi Peduli Kesehatan mulai meradang atas sikap acuh Ombudsman merespon laporan dugaan maladministrasi di Kementerian Kesehatan. Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau (SAPTA) Indonesia selaku kuasa hukum Koalisi Masyarakat Peduli Kesehatan (KOMPAK) menyatakan telah menerima surat tertanggal 12 April 2021 dari Ombudsman RI menanggapi laporan KOMPAK pada tanggal 2 Desember 2020…

Sumber Foto: www.lenteraanak.org

Urgensi Tata Niaga Tembakau untuk Menekan Angka Perokok Anak

Jakarta, Prohealth.id – Menurut Deputi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayan, Agus Suprapto mengatakan pada 2024 terhadap 37 juta anak dan remaja pada usia 10-18 tahun. Kondisi ini mendorong target penurunan prevalensi perokok anak dan remaja pada 2024 harus sebesar 8,7% atau setara dengan 70 ribu anak dan…

Urgensi Tata Niaga Tembakau untuk Menekan Angka Perokok Anak