Prohealth.id — Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli

Tim dari Indonesia Terpilih untuk Program Penelitian Mikrogravitasi PBB

Prohealth

3 menit baca

Tim dari Indonesia Terpilih untuk Program Penelitian Mikrogravitasi PBB

Tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Indonesia, terpilih untuk melakukan eksperimen mikrogravitasi di Jerman pada putaran kesepuluh dari rangkaian program beasiswa Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES).

Program ini dilaksanakan bersama oleh Kantor PBB untuk Urusan Luar Angkasa (UNOOSA) dan Center of Applied Space Technology and Microgravity (ZARM) di Universitas Bremen, dengan dukungan dari German Aerospace Center (DLR).

Tim UGM ini akan mempelajari bagaimana pasir silika yang mengandung sedikit kelembaban bergerak dan terdistribusi ulang ketika dikenai getaran terkendali dalam kondisi mikrogravitasi. Penelitian ini berpotensi menghasilkan data yang mendukung pengembangan teknologi untuk misi ke bulan dan luar angkasa di masa depan, termasuk sistem penggalian dengan teknik robotik, mekanisme penanganan sampel, dan teknologi pengangkutan material.

DropTES merupakan bagian dari inisiatif _Access to Space for All_, yang berfokus pada hipergravitasi (kondisi gaya gravitasi yang jauh lebih besar) dan mikrogravitasi (kondisi hampir tanpa adanya gaya gravitasi).

Digagas oleh UNOOSA, program ini bertujuan untuk memperluas akses ke fasilitas penelitian luar angkasa serta membangun kapasitas ilmiah dan teknis. Melalui program ini, para tim yang terpilih akan berkunjung ke Jerman untuk melakukan eksperimen mereka menggunakan Bremen Drop Tower dan GraviTower Bremen Pro milik ZARM, yang menyediakan akses ke kondisi mikrogravitasi berkualitas tinggi di permukaan bumi.

Sejak diluncurkan pada 2014, DropTES telah memfasilitasi sembilan eksperimen yang dilakukan oleh tim dari berbagai lembaga di Bolivia, Kolombia, Kosta Rika, Italia, Yordania, Polandia, Rumania, dan Venezuela. Penerima hibah sebelumnya, Universidad Central de Venezuela, memanfaatkan kesempatan ini untuk meneliti dampak mikrogravitasi terhadap proses pengelasan paduan aluminium.

Tim ini kemudian berupaya mengembangkan pengalaman tersebut melalui pengajuan proposal ke program-program “Access to Space for All” lainnya. Mereka menunjukkan bagaimana partisipasi dalam program tersebut dapat membantu mengembangkan keahlian dan melanjutkan penelitian luar angkasa.

Direktur UNOOSA, Aarti Holla-Maini, mengatakan ada banyak bakat ilmiah, tapi tidak banyak akses terhadap kesempatan. Program-program seperti DropTES membantu menjembatani kesenjangan tersebut, dengan memberikan kesempatan kepada tim-tim dari negara-negara yang sedang mengembangkan kemampuan antariksa untuk mewujudkan ide-ide mereka menjadi eksperimen nyata.

“Saya sangat senang bahwa tim terpilih dari Indonesia tahun ini akan mendapatkan kesempatan tersebut, dan saya berterima kasih kepada ZARM dan DLR atas kemitraan berkelanjutan mereka untuk memperluas akses ke penelitian antariksa.”

Direktur ZARM, Marc Avila, mengatakan selamat kepada tim pemenang tahun ini atas proposal luar biasa mereka. Ia mengatakan sangat senang menyambut mereka di ZARM. Proyek mereka menangani tantangan penting bagi eksplorasi antariksa di masa depan dengan meneliti bagaimana material granular yang lembab—serupa dengan tanah di Bulan dan Mars—berperilaku di bawah kondisi mikrogravitasi.

Melalui DropTES, kata dia, para mahasiswa memiliki kesempatan unik untuk merancang, membangun, dan menguji eksperimen mereka sendiri di Bremen Drop Tower—sebuah lingkungan yang biasanya hanya diperuntukkan bagi para peneliti dan insinyur profesional.

“Program-program seperti DropTES menunjukkan bagaimana kolaborasi internasional dapat memberdayakan generasi penerus ilmuwan dan insinyur antariksa dengan memberikan akses langsung ke infrastruktur penelitian kelas dunia.”

Sementara itu, Project Manager Drop Tower DLR, Tobias Saltzman menambahkan DLR bangga dapat berkontribusi dengan menyediakan fasilitas drop tower nasionalnya untuk program DropTES UNOOSA yang luar biasa. Sehingga mewujudkan eksperimen mikrogravitasi bagi para mahasiswa.

“Kami yakin bahwa dukungan terhadap para ilmuwan muda dalam mewujudkan ide-ide ilmiah mereka merupakan landasan utama untuk mengatasi tantangan dunia di masa depan,” kata Tobias.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, Hempri Suyatna, menyatakan keikutsertaan dalam DropTES merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa kami untuk merasakan pengalaman penelitian dalam konteks mikrogravitasi dan eksplorasi antariksa.

“Kami berharap pengalaman ini akan menginspirasi mereka untuk menekuni penelitian inovatif dan berkontribusi pada kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa di Indonesia.”

Fellowship Programme for Drop Tower Experiment Series (DropTES) adalah program beasiswa yang diselenggarakan oleh UNOOSA bekerja sama dengan ZARM dan DLR untuk eksperimen Drop Tower. Sejak 2014, program ini memberikan kesempatan kepada tim peneliti mahasiswa untuk melakukan eksperimen mikrogravitasi di Bremen Drop Tower—sebuah laboratorium berbasis darat yang dilengkapi tabung jatuh setinggi 146 meter.