Prohealth.id — Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli

Pesta Media AJI Jakarta Buka Siang Ini, Bawa Isu Pers Bebas, Lingkungan, dan AI

Admin

2 menit baca

Pesta Media AJI Jakarta Buka Siang Ini, Bawa Isu Pers Bebas, Lingkungan, dan AI

Setelah hiatus 14 tahun, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta kembali menggelar Pesta Media yang akan berlangsung di Taman Ismail Marzuki Jakarta, 11-12 April 2026. Acara pembukaan berlangsung Minggu, 11 April 2024, pukul 10.00.

Dalam Pesta Media, AJI Jakarta mengusung tema “Facing for Future, Collaboration for Our Nature”. AJI Jakarta merancang acara ini sebagai ruang kolaborasi antara jurnalis, pegiat lingkungan, akademisi, komunitas, serta masyarakat umum untuk mendiskusikan berbagai isu penting yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Tiga isu penting yang diangkat adalah media, lingkungan hidup, dan kecerdasan buatan (AI). Perhelatan ini disuguhkan melalui berbagai format acara. Mulai dari diskusi, lokakarya, pameran foto, pemutaran film, membuat zine hingga penampilan seni.

Ketua AJI Jakarta Irsyan Hasyim mengatakan situasi terbaru memperlihatkan makin kuatnya intimidasi yang dialami oleh jurnalis. Di antaranya oleh aktor tidak terlihat seperti dalam kasus teror kepala babi untuk jurnalis perempuan Tempo, Francisca Christy Rosana.

“Upaya mempersempit kebebasan pers juga terjadi dalam pembatasan konten media sosial milik situs berita Magdalene yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, serta gugatan perdata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman kepada Tempo sebesar Rp 200 miliar,” kata Irsyan.

Ia menambahkan dalam sektor ketenagakerjaan, berbagai kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pemberangusan serikat pekerja media juga menjadi wajah suram ekosistem pers di Indonesia. AJI Jakarta berharap melalui agenda Pesta Media, konsolidasi antara jurnalis, masyarakat sipil, kampus, dan pemangku kepentingan kian kuat.

Sehingga, bisa menginspirasi munculnya gagasan memperkuat perlindungan bagi jurnalis dan pekerja media. Khususnya yang meliput isu lingkungan maupun krisis iklim.

Pada kegiatan diskusi, Pesta Media AJI Jakarta menampilkan topik-topik beragam. Misalnya, kerentanan jurnalis perempuan dalam ruang redaksi dan pekerjaan, nasib media saat ini, konservasi dan perlindungan satwa liar. Ada juga tema keanekaragaman hayati, pengelolaan sampah, perubahan iklim dan kaum muda, ekstraktif batubara dan ekspansi nikel, dan perempuan adat.

Pesta Media juga menghadirkan lokakarya khusus bagi jurnalis perihal personal branding, jurnalisme solusi, dan jurnalisme untuk konservasi. Selain itu, ada lokakarya zine bertemakan hutan dan pemutaran film yang menampilkan resiliensi masyarakat adat terhadap ekspansi pembangunan di Papua.

Setidaknya, ada 16 lembaga yang bergerak di bidang lingkungan dan media, 26 media partner, serta universitas, yang berpartisipasi. Mereka mengisi baik acara atau meramaikan 30 booth/stand promosi yang disediakan di Selasar dan Lantai 2 Gedung Teater Wahyu Sihombing. Acara ini terbuka untuk umum dan gratis.