Prohealth.id — Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli
Lingkungan

Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geotermal: Hentikan Seluruh Pendanaan Geotermal di Flores dan Lembata

Oleh Prohealth

6 menit baca

Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geotermal: Hentikan Seluruh Pendanaan Geotermal di Flores dan Lembata

Kami dari Koalisi Masyarakat Flores Tolak Geotermal, datang bukan untuk meminta janji baru. Kami datang bukan untuk mendengarkan alasan baru. Kami datang bukan untuk membuka meja negosiasi baru. Kami datang untuk menuntut satu keputusan yang tegas: Hentikan seluruh pendanaan geotermal di Flores dan Lembata!

Gempa terjadi: Ancaman itu nyata. Jangan tunggu sampai korban berjatuhan!

Gempa bumi yang kembali mengguncang kawasan Flores seharusnya menjadi peringatan serius bagi semua pihak yang mengambil keputusan tentang masa depan wilayah ini. Catatan BMKG menunjukkan bahwa pada tanggal 15 Agustus 2026 terjadi gempa bermagnitudo 7,7 di wilayah Flores dan pada tanggal 18 Oktober 2026, terjadi lagi gempa bermagnitudo 5,1 dengan kedalaman 10 kilometer.

Tercatat sejak tanggal 15 Agustus sampai tanggal 19 Oktober 2026 terjadi gempa susulan sebanyak kurang lebih 20.231 kali. Ini bukan alasan untuk menyebarkan ketakutan. Ini adalah alasan untuk berhenti menganggap enteng risiko.

Flores dan Lembata bukan wilayah yang bebas dari ancaman geologi. Keduanya berada di kawasan tektonik aktif Nusa Tenggara, yang dipengaruhi interaksi lempeng Indo-Australia dan Sunda, serta sistem sesar aktif, termasuk Flores Back-Arc Thrust. Kawasan ini juga berada dalam jalur gunung api aktif yang membentang di Kepulauan Sunda Kecil, bagian dari Cincin Api Pasifik.

Artinya, masyarakat hidup di tengah ancaman gempa bumi, aktivitas vulkanik, dan potensi bencana ikutan, termasuk tsunami dalam kondisi tertentu. Kami tidak akan menerima keselamatan masyarakat dijadikan taruhan atas nama transisi energi!

Kami tidak menyatakan bahwa gempa yang baru terjadi pasti disebabkan oleh proyek geotermal tertentu. Namun, kami menuntut agar risiko geologi yang nyata tidak diremehkan, tidak disederhanakan, dan tidak ditutupi oleh label “energi terbarukan”. Justru karena risiko alam di Flores dan Lembata begitu kompleks, keputusan mengenai proyek-proyek berisiko harus menempatkan keselamatan manusia, ruang hidup, air, tanah, dan ekosistem sebagai pertimbangan utama.

Pertanyaan kami kepada Pemerintah Jerman dan KfW sangat jelas: mengapa pendanaan harus terus berjalan ketika masyarakat masih menyuarakan penolakan dan mempertanyakan jaminan keselamatan mereka? Apakah kita harus menunggu bencana yang lebih besar untuk mengakui bahwa kekhawatiran masyarakat layak didengar?

Apakah masyarakat harus kehilangan tanah, air, rumah, sumber penghidupan, atau bahkan nyawa, baru keselamatan mereka dianggap sebagai persoalan mendesak? Jangan tunggu korban untuk mengakui risiko. Jangan tunggu bencana untuk bertindak. Audit bukan jawaban jika perlindungan tidak pernah dirasakan masyarakat.

Pada 2023, setelah masyarakat Flores melakukan aksi di depan Kedutaan Besar Jerman, menurut catatan koalisi, tim independen dari bank pembangunan Jerman melakukan audit dan merekomendasikan penghentian sementara. Namun, pada 2026, proyek-proyek geotermal justru terus menjadi sumber kekhawatiran dan penolakan masyarakat.

Terbaru setelah gempa menimpa Flores (Flores Bagian Barat) PLN bersiap untuk membuka proyek geothermal di Flores Timur dan Lembata (Flores Bagian Timur) tanpa ada kajian yang jelas dan disertai dengan evaluasi proyek geothermal pasca gempa 15 Agustus 2026.

Kami lantas bertanya: apa arti audit independen jika rekomendasinya tidak menghasilkan perlindungan yang nyata? Apa arti komitmen terhadap hak asasi manusia jika suara masyarakat yang mempertaruhkan keselamatan ruang hidupnya terus menuntut jawaban? Apa arti tanggung jawab lembaga pembiayaan pembangunan jika masyarakat terdampak masih harus berjuang agar kekhawatiran mereka dianggap serius?

Kami menuntut agar laporan audit 2023, rekomendasi lengkapnya, dan tindak lanjutnya dibuka kepada publik. Kami tidak menerima kerahasiaan sebagai alasan untuk menghindari pertanggungjawaban. Namun, kami tegaskan: publikasi audit bukan pengganti penghentian pendanaan yang kami tuntut.

Audit bukan jawaban akhir. Audit tidak boleh menjadi alasan untuk menunda keputusan tanpa batas waktu. Kami tidak datang untuk menegosiasikan keselamatan kami. Kami tidak datang untuk menukar tanah, air, kehidupan, dan masa depan masyarakat Flores dan Lembata dengan janji mitigasi yang belum kami yakini. Kami tidak datang untuk memberi legitimasi baru kepada proyek-proyek yang kami tolak.

Jerman memiliki tanggung jawab sejarah untuk terus menghadapi kejahatan rezim Nazi dan Holocaust. Kami tidak menyamakan proyek geotermal dengan genosida, dan kami tidak menyamakan KfW dengan rezim Hitler. Namun, pelajaran sejarah mengenai martabat manusia tidak boleh berhenti pada upacara peringatan. Penghormatan terhadap kehidupan harus tercermin dalam keputusan nyata, termasuk keputusan pembiayaan pembangunan di negara lain.

Nie wieder heisst nicht nur erinnern. Nie wieder heisst auch handeln!“Jangan sampai terulang lagi” bukan sekadar berarti mengingat. Itu juga berarti mengambil tindakan, menegakkan tanggung jawab, dan menolak membiarkan penderitaan manusia dianggap sebagai biaya yang dapat diterima.

Jangan jadikan komitmen terhadap iklim sebagai alasan untuk mengabaikan suara masyarakat. Jangan jadikan label energi terbarukan sebagai pembenaran otomatis atas setiap proyek. Jangan biarkan uang pembangunan internasional terus mengalir ketika masyarakat terdampak masih mempertanyakan keselamatan, risiko bencana, akses terhadap informasi, dan hak mereka atas ruang hidup.

Jangan berbicara tentang keadilan iklim sambil mengabaikan masyarakat yang menanggung risiko di wilayahnya sendiri. Jangan berbicara tentang keselamatan ekologis tanpa mendengarkan mereka yang hidup paling dekat dengan wilayah proyek. Proyek geotermal tidak boleh dibangun dengan mengabaikan hak masyarakat. Transisi energi tidak boleh berubah menjadi transisi menuju pengorbanan komunitas lokal.

Flores dan Lembata bukan tanah tanpa penghuni. Bukan ruang kosong yang bisa dipetakan semata-mata berdasarkan potensi panas bumi dan kepentingan investasi. Di sana ada masyarakat, rumah, kebun, sumber air, tanah ulayat, tempat-tempat yang memiliki makna sosial dan budaya, serta generasi mendatang yang berhak mewarisi lingkungan yang layak huni.

Masyarakat bukan objek eksperimen pembangunan. Mereka bukan angka dalam dokumen kelayakan. Mereka bukan hambatan yang harus disingkirkan demi mengejar target energi. Di wilayah dengan kerawanan gempa dan aktivitas vulkanik, setiap keputusan pembangunan harus menghadapi kenyataan geologis secara serius. Penilaian risiko harus transparan, dapat diperiksa secara independen, dan tidak boleh menempatkan kepentingan pembiayaan di atas keselamatan warga.

Kami tidak menyatakan bahwa setiap proyek geotermal pasti menyebabkan bencana. Namun, kami menolak anggapan bahwa proyek yang diberi label energi terbarukan otomatis aman, adil, dan dapat diterima masyarakat. Potensi panas bumi bukan hak untuk mengorbankan ruang hidup. Investasi bukan hak untuk mengabaikan penolakan masyarakat.

Kami tidak meminta penghentian sementara untuk kemudian kembali berhadapan dengan proyek yang sama. Kami tidak meminta audit baru sebagai alasan untuk menunda keputusan. Kami tidak meminta negosiasi baru untuk memperhalus penolakan kami.

Kepada Pemerintah Jerman, Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, dan KfW Development Bank, kami menuntut:

1. Hentikan seluruh pendanaan KfW untuk proyek-proyek geotermal di Flores dan Lembata.

2. Hentikan pencairan dana yang belum dicairkan dan hentikan komitmen pembiayaan baru bagi proyek-proyek tersebut.

3. Hentikan dukungan finansial terkait yang bertujuan memungkinkan kelanjutan proyekproyek geotermal tersebut, sesuai kewenangan, instrumen pembiayaan, dan ketentuan kontraktual yang berlaku.

4. Publikasikan laporan audit independen 2023 secara utuh, termasuk rekomendasi, tanggapan resmi, dan seluruh tindak lanjut yang telah dilakukan.

5. Sampaikan keputusan tertulis mengenai penghentian pendanaan, beserta langkah pelaksanaan dan jadwal tindak lanjutnya, kepada koalisi dan masyarakat.

6. Jangan gunakan dialog, konsultasi, audit tambahan, atau forum multipihak untuk menggantungkan tuntutan penghentian pendanaan yang telah kami nyatakan secara tegas.

7. Pastikan tidak ada pengalihan dukungan melalui skema pembiayaan lain yang secara substansial bertujuan mempertahankan proyek-proyek yang sama, serta buka informasi yang relevan kepada publik.

Kami bersedia menyampaikan bukti, menjelaskan posisi masyarakat, dan mempertanggungjawabkan tuntutan kami di ruang publik. Namun, kesediaan kami untuk menyampaikan bukti bukanlah persetujuan untuk menegosiasikan kembali penolakan kami.

Dialog tidak boleh dijadikan alat untuk melemahkan tuntutan. Konsultasi tidak boleh menjadi prosedur tanpa akhir. Audit tidak boleh menjadi alasan untuk mempertahankan status quo. Kami menuntut pertanggungjawaban, bukan sekadar pertemuan. Kami menuntut keputusan, bukan sekadar pernyataan keprihatinan.

Kami menuntut tindakan nyata, bukan sekadar janji mitigasi. Kepada Pemerintah Jerman, Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, dan KfW Development Bank: dengarkan tuntutan masyarakat Flores dan Lembata. Hadapi pertanyaan mengenai tanggung jawab pembiayaan. Buka informasi yang menjadi hak publik.

Ambil keputusan yang jelas dan sampaikan secara tertulis. Jangan menunggu sampai peringatan berubah menjadi tragedi. Jangan menunggu sampai kerusakan menjadi tidak dapat dipulihkan. Jangan menunggu sampai masyarakat harus menanggung sendiri akibat dari keputusan yang dibuat jauh dari tanah mereka.

Flores bukan “kamp pembantaian”. Flores bukan korban yang harus menunggu untuk diselamatkan. Flores dan lembata adalah ruang hidup masyarakat yang martabat dan keselamatannya wajib dihormati. Hentikan seluruh pendanaan geotermal di Flores dan Lembata!

Hentikan pencairan dana. Hentikan komitmen pembiayaan baru. Buka laporan audit. Ambil keputusan. Keselamatan masyarakat bukan bahan negosiasi. Tanah bukan komoditas semata. Air bukan harga yang harus dibayar. Kehidupan bukan biaya pembangunan.