Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Tjandra Yoga Aditama membuat catatan lima hal yang berkiatan dengan “World Dengue Day” 15 Juni 2026. Pertama, ia menyatakan di dunia ini diperkirakan ada sekitar 5,6 miliar penduduk yang berrisiko terhadap demam dengue.
“Artinya, lebih dari setengah penduduk bumi, banyak sekali, memang berisiko terhadap dengue. Disebutkan juga dengue meluas sampai 130 negara dunia,” kata Adjunct Professor Griffith University Australia, Senin, 15 Juni 2026.
Kedua, ia memperkirakan di dunia ada 100-400 juta orang tertular virus dengue setiap tahunnya. Jadi, kata dia, angkanya tinggi sekali. Ia juga menyatakan data Kementerian Kesehatan meyebutkan hingga 14 April 2026 terdapat 30.465 kasus infeksi dengue di Indonesia.
Menurut dia, dari jumlah itu, tercatat 79 kasus kematian dengan angka kematian “Case Fatality Rate (CFR)” sebesar 0,3% dan angka insidens “Incidence Rate (IR)” sebesar 10,6 per 100.000 penduduk. Rincian datanya, lanjut Tjandra, menunjukkan kasus itu terdiri dari 10.138 demam dengue (DD), 19.877 demam berdarah dengue (DBD), serta 450 kasus ”dengue shock syndrome (DSS)”.
Penyebarannya pun luas, kata dia, menjangkau 401 kabupaten/kota di 29 provinsi. Laporan kematiannya ada di 58 kabupaten/kota pada 20 provinsi.
Ketiga, kata Tjandra, pencegahan dan pengendalian dengue utamanya memang berpegang pada pengendalian vektor nyamuk yang menularkan penyakit ini. Untuk ini, ia mengatakan WHO dan dunia sudah memiliki “Global Vector Control Response (2017–2030)” dan juga “Global Arbovirus Initiative” yang tentunya perlu diterapkan juga di Indonesia.
Catatan keempat adalah, walau memang faktor utamanya adalah pengendalian vektor tetapi kalau sudah terjadi kasus maka perlu penanganan klinik. “Untuk ini maka WHO menyatakan deteksi dini dan akses yang tepat terhadap pelayanan medik merupakan kunci penting untuk menurunkan terjadinya penyakit yang parah dan kematian akibat Dengue,” ucap Tjandra.
Kelima, ujar Tjandra, peringatan tingkat dunia ini sebenarnya inisiatif awalnya bermula dari Jakarta. Pada Juni 2011, selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, ia mengkoordinasikan “ASEAN Dengue Conference” dengan 150 peserta dari seluruh negara ASEAN di Jakarta.
“Konferensi ini menghasilkan “Jakarta Call for Action on Combating Dengue”. Puncaknya adalah peluncuran resmi (“Official Launch”) ASEAN Dengue Day, tanggal 15 Juni 2011 di Museum Nasional Jakarta,” kata Tjandra.





