Prohealth.id — Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli
Kesehatan

Pemimpin Kesehatan Global Tegaskan Kembali Komitmen Agenda Imunisasi 2030

Prohealth

3 menit baca

Pemimpin Kesehatan Global Tegaskan Kembali Komitmen Agenda Imunisasi 2030
Imunisasi anak bebas polio. (Sumber: Kemenkes/2023)

Selama Sidang Majelis Kesehatan Dunia atau World Health Assembly (WHA) ke-79 , yang diadakan dari tanggal 18 hingga 23 Mei 2026, negara-negara anggota dan mitra kesehatan global menegaskan kembali komitmen terhadap Agenda Imunisasi 2030 (IA2030). Mereka mengakui vaksin sebagai salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling ampuh, hemat biaya, dan adil.

Lebih dari 70 negara anggota dan kelompok regional, bersama dengan aktor non-negara, mitra teknis, dan asosiasi profesional, menyatakan dukungan kuat untuk Tinjauan Jangka Menengah IA2030 , di bawah butir agenda WHA 12.3, menekankan program imunisasi yang kuat tetap menjadi fondasi kesiapan menghadapi wabah, sistem kesehatan yang tangguh, dan keamanan kesehatan jangka panjang.

Seiring dengan meningkatnya tekanan yang dihadapi sistem kesehatan global akibat konflik, guncangan iklim, ketidakstabilan ekonomi, dan menurunnya kepercayaan terhadap sains, negara-negara anggota menyerukan program imunisasi berkelanjutan yang dipimpin oleh negara. Mereka juga menyerukan integrasi yang lebih dalam dengan sistem perawatan kesehatan primer, dan dukungan yang lebih terarah dari badan dan mitra kesehatan global, khususnya untuk wilayah yang rapuh, rentan, dan terdampak konflik.

Dunia tidak boleh berpuas diri

Selama diskusi WHA, negara-negara Anggota berulang kali memperingatkan bahwa kemajuan menuju target IA2030 masih melenceng dari jalur yang seharusnya dan bahwa lanskap imunisasi global makin rapuh. Meningkatnya wabah campak, menurunnya cakupan imunisasi rutin di beberapa wilayah, dan semakin lebarnya kesenjangan dalam akses terhadap vaksin telah mengungkap kesenjangan yang berbahaya.

Para delegasi menekankan perlunya segera memulihkan ketertinggalan. Khususnya bagi anak-anak yang belum pernah menerima dosis imunisasi atau yang imunisasinya masih kurang dan berada di luar jangkauan layanan kesehatan esensial. Para delegasi juga sambil mengakui keberhasilan inisiatif “Big Catch-Up” sebagai mekanisme penting untuk menjangkau anak-anak tersebut.

Investasi dalam imunisasi merupakan tema utama dalam diskusi, dengan beberapa negara anggota memperingatkan bahwa kecuali investasi dipertahankan dan komitmen politik tetap tinggi, dunia berisiko memasuki periode kemunduran dalam cakupan imunisasi dan pengendalian penyakit. Negara-negara anggota makin menekankan pentingnya investasi domestik dan kepemilikan negara untuk mengamankan peningkatan imunisasi jangka panjang.

Seruan juga makin gencar untuk meningkatkan kapasitas produksi vaksin regional dan diversifikasi rantai pasokan guna mengurangi ketergantungan pada pasar eksternal dan meningkatkan keamanan vaksin global.

Ancaman disinformasi yang semakin meningkat

Diskusi tersebut juga menyoroti ancaman yang semakin besar yang ditimbulkan oleh disinformasi, keraguan terhadap vaksin, dan menurunnya kepercayaan publik. Negara-negara anggota menekankan bahwa membangun kembali kepercayaan terhadap vaksin akan sangat penting untuk mencapai tujuan IA2030. Terutama karena narasi palsu terus menyebar dengan cepat di berbagai platform digital.

Beberapa negara menyerukan keterlibatan masyarakat yang lebih kuat, investasi dalam komunikasi kesehatan, dan strategi berbasis bukti untuk melawan disinformasi dan ketidakpercayaan.

Masa depan imunisasi

Selain menutup kesenjangan kekebalan, para delegasi mempresentasikan visi yang lebih luas untuk masa depan imunisasi. Banyak negara menguraikan kemajuan dalam memperkenalkan vaksin baru, memodernisasi sistem pengawasan, memperluas registri imunisasi digital, dan memperkuat pendekatan vaksinasi sepanjang siklus hidup yang melindungi orang di segala usia.

Para delegasi juga menekankan pentingnya mengintegrasikan imunisasi ke dalam sistem perawatan kesehatan primer dan kerangka kerja kesiapsiagaan nasional agar negara-negara lebih siap untuk menanggapi pandemi dan wabah penyakit di masa depan.

Menanggapi Negara-negara Anggota, WHO berkomitmen untuk memajukan rekomendasi Tinjauan Jangka Menengah IA2030, memprioritaskan anak-anak yang belum pernah menerima dosis vaksin dan pemerataan, membangun kembali kepercayaan terhadap vaksin, dan memperkuat kolaborasi dengan Gavi, UNICEF, dan mitra lainnya.

WHO juga menekankan pentingnya koordinasi yang lebih kuat di seluruh arsitektur kesehatan global yang terus berkembang untuk mempertahankan pencapaian imunisasi hingga tahun 2030 dan seterusnya.

Seiring berjalannya dekade ini, negara-negara anggota mengisyaratkan bahwa keberhasilan IA2030 tidak hanya bergantung pada inovasi ilmiah. Namun, juga pada komitmen politik, pendanaan berkelanjutan, kepercayaan masyarakat, dan solidaritas internasional. Tahun-tahun mendatang akan menentukan apakah dunia dapat menerjemahkan komitmen IA2030 menjadi imunisasi untuk semua.