Prohealth.id — Sajian Informasi yang Bergizi dan Peduli
Kesehatan

WHO Terbitkan Pedoman Komprehensif tentang Filovirus, termasuk Ebola dan Marburg

Admin

3 menit baca

WHO Terbitkan Pedoman Komprehensif tentang Filovirus, termasuk Ebola dan Marburg

Saat Republik Demokratik Kongo tengah berjuang melawan wabah penyakit Ebola yang disebabkan oleh virus Bundibugyo, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis pedoman komprehensif pertamanya untuk manajemen klinis penyakit filovirus yang mencakup semua jenis virus Ebola dan Marburg.

Pedoman baru yang dikeluarkan 17 Juni 2026 ini menyoroti pentingnya perawatan suportif dini untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasien dan hasil kesehatan, dengan menguraikan 16 rekomendasi berbasis bukti.

Penyakit Ebola dan Marburg adalah penyakit serius dan sering fatal, dengan angka kematian kasus berkisar antara 25% hingga 90% pada wabah yang paling parah. Telah dilaporkan 72 wabah penyakit Ebola dan Marburg di Afrika sejak tahun 1967, ketika virus Marburg pertama kali ditemukan.

Wabah ini sering memiliki dampak sosial-ekonomi dan psikologis yang signifikan pada masyarakat yang terkena dampaknya. Tanpa adanya vaksin dan pengobatan berlisensi untuk penyakit virus Marburg, Bundibugyo, dan Sudan, perawatan suportif dini secara signifikan meningkatkan angka harapan hidup.

“Pedoman baru ini adalah contoh sempurna bagaimana WHO memanfaatkan sains untuk melindungi dan merawat masyarakat dengan lebih baik selama wabah dan keadaan darurat kesehatan,” kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Wabah virus Bundibugyo saat ini merupakan pengingat yang jelas akan perlunya perawatan medis yang cermat, holistik, dan berfokus pada individu, untuk menyelamatkan nyawa dan menjaga martabat manusia. Kami mendorong pemerintah dan otoritas untuk mengintegrasikan rekomendasi baru ini ke dalam kesiapsiagaan dan respons terhadap wabah, untuk memastikan perawatan berkualitas tinggi bagi semua orang.”

Dikembangkan melalui konsultasi ahli global dan berdasarkan bukti ilmiah serta pengetahuan klinis terkini, pedoman ini menerjemahkan pelajaran yang dipetik dari wabah penyakit Ebola dan Marburg baru-baru ini menjadi rekomendasi praktis untuk peningkatan perawatan pasien. WHO sebelumnya telah mengeluarkan beberapa pedoman tentang perawatan klinis dan terapi khusus untuk penyakit virus Ebola.

Pedoman baru ini dikembangkan terutama untuk membimbing petugas kesehatan dalam merawat pasien, untuk menyelaraskan pendekatan klinis, dan memungkinkan administrator fasilitas kesehatan dan pembuat kebijakan untuk merencanakan, mempersiapkan, dan menanggapi wabah penyakit filovirus dengan lebih baik. Hal ini dilakukan melalui penyediaan perlengkapan medis, peralatan biomedis, dukungan laboratorium, dan sumber daya manusia yang memadai.

Rekomendasi praktis ini bertujuan untuk mendukung petugas kesehatan garda depan dalam mengidentifikasi perburukan kondisi klinis, menangani dehidrasi dan syok, dan meningkatkan pemantauan pasien. Selain itu, memberikan intervensi pendukung penting dengan aman, dan menyediakan tindak lanjut terstruktur bagi pasien yang pulih dari penyakit Ebola dan Marburg. Beberapa rekomendasi utama meliputi:

-Menggunakan tes laboratorium klinis yang diprioritaskan untuk memantau pasien dengan penyakit filovirus, untuk mengidentifikasi dan mengelola masalah yang dapat diobati (seperti hipoglikemia, gangguan metabolisme);

-Mengatasi dehidrasi pada pasien dengan penyakit filovirus secara cepat dan akurat menggunakan rehidrasi oral dan intravena;

-Mendorong penggunaan cairan intravena dan obat-obatan vasoaktif secara dini dan tepat untuk mengobati syok pada pasien dengan penyakit filovirus (tekanan darah rendah yang disebabkan oleh infeksi, yang jika tidak ditangani dengan benar akan menyebabkan kegagalan organ), dengan panduan pemantauan berkala terhadap tanda-tanda vital dan penanda perfusi;

-Memastikan bahwa jika infeksi bakteri lain, termasuk sepsis bakteri, terdapat pada pasien dengan penyakit filovirus, pengobatan yang tepat dengan antibiotik segera dimulai;

-Memberikan perawatan lanjutan terstruktur kepada pasien yang telah sembuh dari penyakit filovirus untuk meningkatkan kesejahteraan, dan untuk mencegah infeksi lebih lanjut yang terkait dengan persistensi virus pada orang yang telah pulih dari penyakit tersebut.

Untuk penyakit virus Bundibugyo, seperti halnya penyakit filovirus lainnya, pengenalan dini, rujukan cepat, dan perawatan suportif yang optimal tetap menjadi komponen mendasar dari perawatan pasien. Perawatan suportif yang optimal dapat mengurangi komplikasi dan memberikan dasar bagi semua intervensi klinis lainnya.

Hal ini juga merupakan prasyarat untuk penelitian klinis yang mengevaluasi pengobatan antivirus. Pedoman klinis ini melengkapi panduan WHO yang ada dan alat operasional yang dirancang untuk mendukung pemberian perawatan yang aman dan efektif.